Minggu, 14 Agustus 2016

INOVASI PAK BUPATI BUAT SAMPAH JADI LISTRIK DAN GAS

Artikel yang saya buat kali ini adalah sebuah artikel yang seharusnya sangat diperhatikan oleh semua kalangan manusia,dan jika hal ini diabaikan mungkin sesuatu yang buruk bisa terjadi. 

Berbicara tentang sampah,sudah menjadi hal yang lumrah dan wajar jika sampah merupakan bahan yang dianggap kotor,bau dan buruk dimata beberapa kalangan.Dan jika mendapatkan penanganan yang tidak semestinya,sampah adalah sebuah "bencana".Dapat kita lihat di berbagai daerah,sampah menjadi sebuah objek yang sulit untuk ditemukan solusinya.Baik itu dalam penanganannya maupun sistem kelolanya.
 gunungan sampah selalu terlihat di TPS bantar gebang
diunduh dari: http://klikbekasi.co

Pihak pemerintah dari berbagai daerah pun bukannya menutup mata akan hal ini.kebijakan-kebijakan yang bersifat revolusioner sampai yang monoton pun di keluarkan.Ada yang berhasil dan ada yang tidak.Kita mengambil seklumit contohnya dari DKI Jakarta,berdasarkan data pada tahun 2005 dan 2011 yang didapat dari data.jakarta.go.id,Sampah organik masih memilki presentase yang tinggi.Sampah-sampah yang berasal dari pabrik dan sampah rumah tangga masih menjadi masalah yang belum memiliki solusi jangka panjang yang konkret.



#Perlunya Sebuah Inovasi Yang Cerdas
  Inovasi merupakan sebuah terobosan yang semestinya dimiliki semua penguasa di seluruh Indonesia. Bukan hanya duduk di ruangan ber-ac dan duduk di kursi empuk.
  Diunduh dari:kompasiana.com

Kaitan antara inovasi yang cerdas dengan sampah adalah dua hal yang menjadi titik penting dalam proses cerdas pengelolaan sampah. 

Saya ambil contoh dari negara laindi asia,contohnya negara jepang.Kita Tahu tentang jepang pada saat bicara soal sejarah.Sejarah tentang kehebatan jepang menantang negara-negara eropa yang notabene sangat kuat di zamannya menjadi sebuah history yang tak terbantahkan.Jepang seolah-olah menjadi ujung tombak asia pada saat masih beredar yang namanya perang dunia.Saat itu negara-negara asia masih sibuk dengan urusan penjajahan negaranya masing-masing.Sedangkan jepang,mereka justru mengembangkan teknologi mereka dan juga turut serta melakukan ekspansi wilayah.Nama Romusha pun bagi masyarakat indonesia cukup familiar.Terus apa hubungannya persoalan sampah kita dengan negara jepang????

Setelah kotanya Dibom atom oleh pihak sekutu,jepang seolah merenovasi kebijakan dan mimpinya mulai dari nol.Kita tahu saat itu jepang bukan negara yang se-indah seperti sekarang yang kita lihat ini.Jepang memiliki masalah tersendiri dan juga belum memilki cara yang tepat guna menghadapi berbagai masalah lingkungan pada sekitar tahun 60 dan 70-an.Bahkan ibukota jepang yaitu Tokyo pada tahun 60-an dan 70-an masih menjadi pusat industri yang masih penuh polusi.Pemerintah jepang pada saat itu masih belum memprioritaskan tentang kebersihan lingkungan.

dengan diberlakukannya UU  Basic Law for Promotion of the Formation of Recycling Oriented Society pada tahun 2000,jepang bertransformasi menjadi negara industri tanpa mengesampingkan sistem kelola lingkungan yang teratur.
Sistem pengelolaan sampah yang terencana dan berdasarkan kepada tanggung jawab terhadap semua warganya,merupakn sebuah jalan yang cukup bisa dikatakan berhasil bagi negara jepang. hal pertama yang membuat program ini sukses di negara jepang adalah adanya rasa malu dan kesadaran masyarakat jepang tentang pentingnya kebersihan lingkungan melalui program daur ulang.Yang kedua adanya penanaman paham cinta lingkungan sejak dini dan diajarkan membuang sampah berdasarkan jenis sampahnya.

Sebuah ironi memang jika kita bercermin ke sesama negara asia tersebut negeri kita seolah-seolah masih terjajah oleh yang namanya "KETIDAKPEDULIAN".Bukan untuk anak kecil saja yang tidak tahu harus kemana membuang sampah,bahkan  seorang yang melahirkan anak kecil tersebut pun sepertinya masih terkesan meraba-raba harus membuang kemana sampah yang dimilikinya.Sebuah ironi di negeri kita tercinta.

Dan kabar baik untuk Indonesia,kita tidak melulu selalu memilki generasi yang tidak peduli terhadap lingkungan.Masih banyak diluar sana orang-orang yang memiliki kepedulian yang tinggi dengan inovasi yang cerdas pula.




#BUAT SAMPAH MENJADI GAS DAN LISTRIK 

Pak bupati sedang melihat hasil dari pengolahan sampah
 Diunduh dari :www.Tribunnews.com

Contoh nyata dari sebuah inovasi dapat kita lihat di daerah Kabupaten Banjar,kalimantan selatan.Sang Bupati yang bernama H.Khairul Saleh berhasil melakukan terobosan yang brilian dan terbilang inovatif.Bagaimana tidak,sampah yang selama ini kita anggap bau dan tidak sedap dipandang.Dengan program "Sampah Membawa Berkah",program ini bertujuan menggerakkan masyarakat agar peduli terhadap lingkungan terutama selain menciptakan lingkungan menjadi bersih juga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Beliau membuat 4 TPA menjadi sumber energi yang cukup unik,yaitu berbahan dasar sampah. Alasan yang melatarbelakangi tercetusnya ide membuat sampah menjadi listrik dan gas ini karena beliau melihat bahwa sampah-sampah yang berada di sekitar kabupaten Banjar sering terlihat tercecer dan menggenang di got-got.akibat adari sampah yang menggenang itu membuat masyarakat terganggu karena menimbulkan bau tidak sedap.

Pada setiap TPA terdapat tempat sampah yang berbeda untuk masing-masing jenis.Ada bak sampah plastik, bak gelas, bak logam, dan bak untuk kertas. 
TPA PADANG PANJANG 
 Diunduh dari :http://3.bp.blogspot.com

Program yang dilaksanakan bersama Dinas Perumahan dan Permukiman kabupaten banjar ini juga turut menggandeng beberapa kelompok swadaya masyarakat yang bertujuan agar masyarakat lebih paham dan mengenal adanya program "Sampah Membawa Berkah" tersebut. Dari program yang sudah mulai diterapkan di kabupaten Banjar ini,seperti yang telah disebutkan diawal membuat masyarakat terbantu dan hemat biaya.Sampah menjadi bahan primer untuk menghasilkan gas metana yang setelah diproses dapat digunakan untuk memasak maupun untuk kebutuhan sehari-hari.Selain menghemat biaya sumber energi ini juga ramah lingkungan,dengan kandungan kalor yang terbilang rendah dibanding gas-gas lainnya.

Dari apa yang telah di lakukan bapak H.Khairul Saleh beserta para jajarannya,Kabupaten Banjar akhirnya diganjar dengan penghargaan Adipura Kencana berkat program Sampah Membawa Berkah.Beliau merasa berkesan medapatkan penghargaan tersebut,dan berharap program ini dapat terus berlanjut bahkan dikembangkan menjadi lebih baik.

Nah sobat ini Inovasi Daerahku,mana inovasi daerah kalian!!!???

 




















































































































































Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

1 komentar:

YANG MAU KOMEN,SILAHKAN DIISI SOBAT