Minggu, 27 Mei 2018

Setitik Harapan Fatamorgana

Cek  cek. Sudah berapa bulan gengs hahaha. Kalau ditiup bakal ada debu ga sih ini blog, mungkin bakal redup kaya pas lagi niup lilin. Oke ngisi apa ya kali ini, emmm. Gw lagi males nulis, karena daya dan tenaga gw terserap untuk nulis laporan. Jadi, kita berpuisi aja deh ya. Kebetulan ditengah kemageran gw saat ini, mungkin puisi ini adalah puisi favorit gw sejauh ini. Yah maknanya buat gw sih biasa aja, tapi entah kenapa hati gw sering getar sendiri saat baca ini puisi. Entah ada hubungan apa hati gw sama hp, sering getar-getar sendiri gitu.

Cekidot yok




SETITIK HARAPAN FATAMORGANA


Siang datang bak kilat cahaya pesat
Seiring rasa yang menggebu
Terpekak di ujung nadi
Tersayat ditengah kerongkongan

Senyum simpul sulit terelakkan
Menari-nari ditengah khayalan fana
Aku yakin itu adalah kau
Wanita yang membuatku berinsting binatang

Harapan-harapan, bodoh mungkin gila
Harapanku berkelana di gurun pasir
Tak berujung dan limbung
Seolah rapuh dan runtuh

Sekarang semua itu sudah kusisipkan
Mencoba melepas gurat nafsu belaka
Berusaha sekuat tenaga untuk  menerka
Bahwa harap  disana hanya fatamorgana