Minggu, 14 Agustus 2016

INOVASI PAK BUPATI BUAT SAMPAH JADI LISTRIK DAN GAS

Artikel yang saya buat kali ini adalah sebuah artikel yang seharusnya sangat diperhatikan oleh semua kalangan manusia,dan jika hal ini diabaikan mungkin sesuatu yang buruk bisa terjadi. 

Berbicara tentang sampah,sudah menjadi hal yang lumrah dan wajar jika sampah merupakan bahan yang dianggap kotor,bau dan buruk dimata beberapa kalangan.Dan jika mendapatkan penanganan yang tidak semestinya,sampah adalah sebuah "bencana".Dapat kita lihat di berbagai daerah,sampah menjadi sebuah objek yang sulit untuk ditemukan solusinya.Baik itu dalam penanganannya maupun sistem kelolanya.
 gunungan sampah selalu terlihat di TPS bantar gebang
diunduh dari: http://klikbekasi.co

Pihak pemerintah dari berbagai daerah pun bukannya menutup mata akan hal ini.kebijakan-kebijakan yang bersifat revolusioner sampai yang monoton pun di keluarkan.Ada yang berhasil dan ada yang tidak.Kita mengambil seklumit contohnya dari DKI Jakarta,berdasarkan data pada tahun 2005 dan 2011 yang didapat dari data.jakarta.go.id,Sampah organik masih memilki presentase yang tinggi.Sampah-sampah yang berasal dari pabrik dan sampah rumah tangga masih menjadi masalah yang belum memiliki solusi jangka panjang yang konkret.



#Perlunya Sebuah Inovasi Yang Cerdas
  Inovasi merupakan sebuah terobosan yang semestinya dimiliki semua penguasa di seluruh Indonesia. Bukan hanya duduk di ruangan ber-ac dan duduk di kursi empuk.
  Diunduh dari:kompasiana.com

Kaitan antara inovasi yang cerdas dengan sampah adalah dua hal yang menjadi titik penting dalam proses cerdas pengelolaan sampah. 

Saya ambil contoh dari negara laindi asia,contohnya negara jepang.Kita Tahu tentang jepang pada saat bicara soal sejarah.Sejarah tentang kehebatan jepang menantang negara-negara eropa yang notabene sangat kuat di zamannya menjadi sebuah history yang tak terbantahkan.Jepang seolah-olah menjadi ujung tombak asia pada saat masih beredar yang namanya perang dunia.Saat itu negara-negara asia masih sibuk dengan urusan penjajahan negaranya masing-masing.Sedangkan jepang,mereka justru mengembangkan teknologi mereka dan juga turut serta melakukan ekspansi wilayah.Nama Romusha pun bagi masyarakat indonesia cukup familiar.Terus apa hubungannya persoalan sampah kita dengan negara jepang????

Setelah kotanya Dibom atom oleh pihak sekutu,jepang seolah merenovasi kebijakan dan mimpinya mulai dari nol.Kita tahu saat itu jepang bukan negara yang se-indah seperti sekarang yang kita lihat ini.Jepang memiliki masalah tersendiri dan juga belum memilki cara yang tepat guna menghadapi berbagai masalah lingkungan pada sekitar tahun 60 dan 70-an.Bahkan ibukota jepang yaitu Tokyo pada tahun 60-an dan 70-an masih menjadi pusat industri yang masih penuh polusi.Pemerintah jepang pada saat itu masih belum memprioritaskan tentang kebersihan lingkungan.

dengan diberlakukannya UU  Basic Law for Promotion of the Formation of Recycling Oriented Society pada tahun 2000,jepang bertransformasi menjadi negara industri tanpa mengesampingkan sistem kelola lingkungan yang teratur.
Sistem pengelolaan sampah yang terencana dan berdasarkan kepada tanggung jawab terhadap semua warganya,merupakn sebuah jalan yang cukup bisa dikatakan berhasil bagi negara jepang. hal pertama yang membuat program ini sukses di negara jepang adalah adanya rasa malu dan kesadaran masyarakat jepang tentang pentingnya kebersihan lingkungan melalui program daur ulang.Yang kedua adanya penanaman paham cinta lingkungan sejak dini dan diajarkan membuang sampah berdasarkan jenis sampahnya.

Sebuah ironi memang jika kita bercermin ke sesama negara asia tersebut negeri kita seolah-seolah masih terjajah oleh yang namanya "KETIDAKPEDULIAN".Bukan untuk anak kecil saja yang tidak tahu harus kemana membuang sampah,bahkan  seorang yang melahirkan anak kecil tersebut pun sepertinya masih terkesan meraba-raba harus membuang kemana sampah yang dimilikinya.Sebuah ironi di negeri kita tercinta.

Dan kabar baik untuk Indonesia,kita tidak melulu selalu memilki generasi yang tidak peduli terhadap lingkungan.Masih banyak diluar sana orang-orang yang memiliki kepedulian yang tinggi dengan inovasi yang cerdas pula.




#BUAT SAMPAH MENJADI GAS DAN LISTRIK 

Pak bupati sedang melihat hasil dari pengolahan sampah
 Diunduh dari :www.Tribunnews.com

Contoh nyata dari sebuah inovasi dapat kita lihat di daerah Kabupaten Banjar,kalimantan selatan.Sang Bupati yang bernama H.Khairul Saleh berhasil melakukan terobosan yang brilian dan terbilang inovatif.Bagaimana tidak,sampah yang selama ini kita anggap bau dan tidak sedap dipandang.Dengan program "Sampah Membawa Berkah",program ini bertujuan menggerakkan masyarakat agar peduli terhadap lingkungan terutama selain menciptakan lingkungan menjadi bersih juga memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Beliau membuat 4 TPA menjadi sumber energi yang cukup unik,yaitu berbahan dasar sampah. Alasan yang melatarbelakangi tercetusnya ide membuat sampah menjadi listrik dan gas ini karena beliau melihat bahwa sampah-sampah yang berada di sekitar kabupaten Banjar sering terlihat tercecer dan menggenang di got-got.akibat adari sampah yang menggenang itu membuat masyarakat terganggu karena menimbulkan bau tidak sedap.

Pada setiap TPA terdapat tempat sampah yang berbeda untuk masing-masing jenis.Ada bak sampah plastik, bak gelas, bak logam, dan bak untuk kertas. 
TPA PADANG PANJANG 
 Diunduh dari :http://3.bp.blogspot.com

Program yang dilaksanakan bersama Dinas Perumahan dan Permukiman kabupaten banjar ini juga turut menggandeng beberapa kelompok swadaya masyarakat yang bertujuan agar masyarakat lebih paham dan mengenal adanya program "Sampah Membawa Berkah" tersebut. Dari program yang sudah mulai diterapkan di kabupaten Banjar ini,seperti yang telah disebutkan diawal membuat masyarakat terbantu dan hemat biaya.Sampah menjadi bahan primer untuk menghasilkan gas metana yang setelah diproses dapat digunakan untuk memasak maupun untuk kebutuhan sehari-hari.Selain menghemat biaya sumber energi ini juga ramah lingkungan,dengan kandungan kalor yang terbilang rendah dibanding gas-gas lainnya.

Dari apa yang telah di lakukan bapak H.Khairul Saleh beserta para jajarannya,Kabupaten Banjar akhirnya diganjar dengan penghargaan Adipura Kencana berkat program Sampah Membawa Berkah.Beliau merasa berkesan medapatkan penghargaan tersebut,dan berharap program ini dapat terus berlanjut bahkan dikembangkan menjadi lebih baik.

Nah sobat ini Inovasi Daerahku,mana inovasi daerah kalian!!!???

 




















































































































































Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Selasa, 09 Agustus 2016

ITS ABOUT ULM (UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT)

Cuma tulisan yang memiliki maksud untuk memperkenalkan sebuah kampus ,yah segitu aja dehh hahahaha.




#MY OPINION ABOUT ULM
Ini cuma pendapat pribadi loh ya.Sebuah kampus yang pusatnya berada di kota Banjarmasin,Kalimantan Selatan dan identik dengan warna kuning.Dan jika gw bertanya ke orang daerah lain,hanya segelintir yang tahu dan sisanya geleng-geleng kepala tanda tidak tahu.Awal terbentuk setau gw memiliki akronim ULM dan diubah ke akronim baru yaitu UNLAM dan kembali lagi untuk saat ini menggunakan akronim ULM.Gw memang kurang kerjaan sih nulis ginian,namun apa salahnya,ini blog gw dan ga ada yang ngatur gw hahahaah.ya pengetahuan gw tentang kampus ini saat pertama kali tahu ya hanya sebatas itu.Soal akreditasi kampus setau gw akreditasinya C,untuk tahun 2014 sobat.Dan untuk tahun ini sudah B kok,dan semoga aja jadi A aaaaaamiiinn.
emm apalagi ya????? oh ya gw dengar ULM berada di peringkat 86 dari 100 PTN di indonesia versi webomatric,yah syukurlah naik peringkatnya hahaha.Walaupun bukan menjadi PTN yang favorit,namun ULM tetaplah menjadi sesuatu yang akan berkembang kedepannya. Gw cukup miris aja karena Universitas di kalimantan menurut gw saat ini belum cukup menunjukkan taringnya.Dan gw harap suatu hari nanti Ada Universitas di Kalimantan yang mampu bersaing dengan Universitas di pulau Jawa sana.



#SEJARAH
Bicara sejarah,gw  menemukan sumber yang kredibel hanya di wikipedia sobat,jadi gw copy aja deh yang di wikipedia.

Universitas Lambung Mangkurat adalah Universitas tertua di Kalimantan. Universitas ini berdiri pada tanggal 21 September 1958, namun baru bisa diresmikan pada tanggal 1 November 1960 dan berdiri sampai dengan sekarang. Lokasi kampus sempat berpindah-pindah tempat, sekarang kampus utama berada di Banjarmasin. Dikarenakan lokasi di Banjarmasin tidak memungkinkan lagi untuk didirikan beberapa fakultas, maka di didirikan pula beberapa Fakultas lain tersebut di Banjarbaru. Namun Rektorat tetap berada di Banjarmasin. Rektor Universitas Lambung Mangkurat pada periode tahun 2014 - 2018 adalah Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Si, M.Sc Nama universitas ini diambil dari nama Lambung Mangkurat, seorang patih Kerajaan Negara Dipa yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan.
 Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Si, M.Sc

  
Berdirinya Universitas Lambung Mangkurat yang biasa disingkat ULM berawal dari yayasan Akademi Perniagaan Kalimantan dengan Akte Notaris Nomor 24 tanggal 21 September 1956. "Akademi Perniagaan Kalimantan" (APK) yang kemudian didirikan atas prakarsa Milono selaku Gubernur Kalimantan pada tahun 1957, APK sendiri didirikan dengan tujuan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan dan menyebarkan luaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang berkemampuan akademik dan profesional, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa terutama di daerah Kalimantan.
Selanjutnya atas inisiatif dan prakarsa dari para tokoh masyarakat serta pejuang kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Selatan yang pada tanggal 3 Maret - 10 Maret 1957 mengadakan reuni Kesatuan Tentara Nasional Indonesia Divisi Lambung Mangkurat di desa Niih, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Reuni ini bertujuan untuk memperingati Proklamasi Gubernur Militer ALRI Divisi IV Kalimantan, sekaligus membicarakan pembangunan daerah Kalimantan. Salah satu hasil dari pertemuan tersebut adalah terbentuknya Dewan Lambung Mangkurat yang di antara beberapa rencana kerjanya mendirikan sebuah perguruan tinggi di Kalimantan dengan nama Universitas Lambung Mangkurat.

Sebagai realisasi dari rencana Dewan Lambung Mangkurat tersebut, pada pertengahan tahun 1958 dibentuklah Panitia Persiapan Pembentukan Universitas Lambung Mangkurat. Dan pada tanggal 21 September 1958, Panitia dapat meresmikan berdirinya Universitas Lambung Mangkurat (dulu disingkat ULM, sempat menggunakan akronim UNLAM namun kembali lagi menggunakan akronim ULM pada 2016) dengan Presiden Universitas (sekarang, rektor) adalah Letkol. H. Hasan Basry, Wakil Presiden adalah Abdul Wabab Syahranie, dan Sekretaris Drs. Aspul Anwar. Pada mula berdirinya Universitas Lambung Mangkurat masih berstatus swasta dibawah naungan Yayasan Pendidikan Lambung Mangkurat yang pada waktu itu diketuai oleh H. Maksid (Mantan Gubernur KDH Kalimantan Selatan). Awalnya Universitas Lambung Mangkurat hanya terdiri atas Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sosial dan Politik, Fakultas Islamologi, serta Kursus-kursus B I dan B II. Dengan terbentuknya Universitas Lambung Mangkurat, maka tugas Panitia yang dibentuk oleh Dewan Lambung Mangkurat sudah berakhir dan selanjutnya diserahterimakan kepada Yayasan Perguruan Tinggi Lambung Mangkurat yang didirikan dengan Akte Notaris Nomor 57 tanggal 12 Februari 1959. Serah terima ini diketahui oleh H. Maksid (Kepala Daswati I Kalimantan Selatan).
Setelah berjalan kurang lebih 2 tahun, Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor : 41 tahun 1960 tertanggal 29 Oktober 1960, meresmikan Unlam sebagai Universitas Negeri pada tanggal 1 November 1960 yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan (dulu, sekarang bernama Kementerian Pendidikan Dan Kebudayan. 

Pada saat peresmian itu Universitas Lambung Mangkurat memiliki 4 fakultas, yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sosial dan Politik (dulu, sekarang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Pertanian. Fakultas Pertanian itu sendiri baru berdiri pada tanggal 3 Oktober 1961 di Banjarbaru. Fakultas Pertanian sendiri berdiri berkat kerjasama antara Yayasan Perguruan Tinggi Lambung Mangkurat dan Pimpinan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia di Bogor (sekarang Institut Pertanian Bogor (IPB)). Sedangkan Fakultas Islamologi diserahkan kepada Fakultas Syariah IAIN Yogyakarta pada tanggal 15 Januari 1961, yang membuka cabang di Banjarmasin. Pada perkembangannya Fakultas Syariah IAIN Yogyakarta berubah menjadi IAIN Antasari. Kursus-kursus B I dan B II sendiri, melalui pertimbangan oleh Kepala Perwakilan Departemen Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Kalimantan Selatan pada waktu itu kepada Presiden ULM (sekarang Rektor ULM) pada tanggal 4 November 1961 ditingkatkan menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Meski Universitas Lambung Mangkurat sudah ditingkatkan statusnya menjadi Universitas negeri, pembiayaan untuk penyelenggaraan perkuliahan dan administrasinya tetap didanai oleh Yayasan Perguruan Tinggi Lambung Mangkurat. Dengan bantuan tersebut banyak didatangkan dosen-dosen dari Surabaya dan Yogyakarta. Selain itu, Yayasan juga membangun gedung baru pada tahun 1960 yang berlokasi di Banjarbaru. Rencananya bangunan tersebut ditempati oleh Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sosial dan Politik, dan Fakultas Pertanian. Namun hanya Fakultas Pertanian yang menempati gedung baru tersebut, sedangkan Fakultas yang lain menyelenggarakan perkuliahan di gedung lama di Banjarmasin.
Pada tahun 1964 dibentuk fakultas baru, yaitu Fakultas Kehutanan dan Fakultas Perikanan yang berlokasi di Banjarbaru. Sedangkan baru pada tahun 1965 dibentuklah Fakultas Teknik di lokasi yang sama.
Sampai pada tahun 1965, ULM didanai oleh Yayasan. Dan sampai pada tahun ini pula tenaga pengajar yang diterbangkan. Setelah tahun 1965 Yayasan tidak lagi mendanai ULM, dikarenakan mengalami masalah keuangan. Kemudian ULM diambil alih oleh Pemerintah Daerah Tingkat I.

Dalam perkembangannya hingga sekarang ini, Universitas Lambung Mangkurat memiliki 10 fakultas dan 1 Program Pascasarjana, yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, Fakultas Perikanan, Fakultas Kedokteran, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Program Pascasarjana.
Secara implisit oleh para pendirinya, Unlam dicita-citakan menjadi faktor penggerak pembangunan (agent of development) di kawasan Kalimantan, baik dari konsepsi/wawasan pembangunan maupun penyedia sumber daya manusia. Dengan Cita-cita tersebut maka Universitas Lambung Mangkurat tidak terpisahkan dari hasrat masyarakat Kalimantan untuk pembangunan Pulau Kalimantan sebagai bagian dari Republik Indonesia, agar segala potensi yang di miliki pulau ini dapat menjadi sumber kemakmuran bangsa. Berdasar hal tersebutlah maka ULM dapat dikatakan sebagai "Universitas Perjuangan".






#KAMPUS

Banjarmasin (Kayu Tangi)


Kampus Banjarmasin merupakan Kampus Utama dari Universitas Lambung Mangkurat yang terletak di Jl. H. Hasan Basry Kel. Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin. Fakultas yang berada di kampus ini adalah Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Disamping Fakultas tersebut ada pula beberapa Program Pascasarjana di Kampus Banjarmasin.

Banjarmasin (Veteran)

Kampus Veteran (gedung baru pada tahun 2011) dari Universitas Lambung Mangkurat yang terletak di Jl. Veteran Banjarmasin Tengah, Banjarmasin Kota Banjarmasin. Fakultas yang berada di kampus ini adalah Fakultas Kedokteran

 

Banjarbaru



Kampus Banjarbaru merupakan Kampus kedua dari Universitas Lambung Mangkurat yang terletak di Jl. Ahmad Yani KM. 35 - 36 Simpang Empat Kota Banjarbaru. Fakultas yang berada di kampus ini adalah Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, Fakultas Perikanan, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.




#Fakultas & Program Pascasarjana


Universitas Lambung Mangkurat memiliki 10 fakultas, yaitu:
  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
  • Fakultas Hukum
  • Fakultas Ekonomi
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Pertanian
  • Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
  • Fakultas Kehutanan
  • Fakultas Perikanan
  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Selain Fakultas Universitas Lambung Mangkurat juga memiliki 13 Program Pascasarjana, yaitu :
  • Program Magister Manajemen Pendidikan
  • Program Magister Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
  • Program Magister Ilmu Hukum
  • Program Magister Manajemen
  • Program Magister Administrasi Publik
  • Program Magister Teknik Sipil
  • Program Magister Agronomi
  • Program Magister Ilmu Kehutanan
  • Program Magister Ekonomi Pertanian
  • Program Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
  • Program Magister Ekonomi Pembangunan
  • Program Magister Ilmu Perikanan
  • Program Magister Sains Administrasi Pembangunan


 

 

#LAMBANG


Lambang ULM


  • Burung Enggang; Dalam fauna Indonesia burung Enggang Kalimantan bersifat dan berbeda paruhnya dengan burung-burung Enggang yang berada di Sulawesi. Hidupnya di pohon-pohon besar, di tengah pulau dan bersarang pada pucuk pohon-pohon tersebut. Sayapnya kuat dan berbulu hitam serta berkilau yang terkadang nampak kebiru-biruan ketika terkenas sinar matahari. Kiasan dari burung Enggang ini adalah kekuasaan, dapat memandang jauh dan hitam yang mencerminkan kejiwaan.
  • Gong; Di seluruh nusantara, sejak zaman dahulu Gong tergolong sebagai alat pelengkap istana raja, disamping dipergunakan sebagai salah satu bunyi-bunyian (terutama dalam pasangan gamelan). Sebagai alat bunyi-bunyian yang bersifat memberi irama. Dizaman masa kerajaan-kerajaan dulu, gong digunakan juga sebagai alat penghimbau, alat mengelu-elukan rakyat dan alat untuk memberi alamat. Dimasa Lambung Mangkurat, Pangeran Suryanata keluar dari laut dalam pertapaan dilakukan dengan sikap duduk diatas gong emas yang berlukiskan naga. Kiasan dari gong ini adalah alat hubungan dengan sejarah dan riwayat, alat kemegahan, dan alat memberi alamat (tanda-tanda).
  • Lipan; Lukisan lipan pada gong menandakan lambang dan simbol-sombol raja-raja Kalimantan dimasa terakhirnya kebanyakan adalah lipan.
  • Sinar; Dengan tidak menyimpangi arti lahir dan fungsi dari sinar, yakni pemberi kebahagiaan jiwa dan penerangan atau penyebaran ilmu kepada masyarakat. Kiasan dari sinar ini adalah sinar menimbulkan penerangan, penerangan menimbulkan ilmu dan akal, serta ilmu dan akal untuk kebahagiaan Nusa dan Bangsa.
  • Lingkaran berarti kebahagiaan.
  • Warna; Merah dan Putih melambangkan Nasionalisme; Kuning keemasan melambangkan kemegahan; dan Hitam melambangkan kejiwaan
  • Motto yang digunakan adalah motto Kalimantan Selatan, yakni Waja Sampai Kaputing yang berarti usaha sampai akhir (Volharding). Moto ini merupakan semboyan yang pernah digenderangkan oleh Pangeran Antasari dalam perjuangannya melawan penjajah. 


#JAKET ALMAMETER


Jaket almamater ULM memiliki warna dasar kuning dengan gambar lambang ULM yang terpasang di dada sebelah kiri serta disebelah kanan memuat tulisan fakultas yang bersangkutan.




 

 #Unit Kegiatan Mahasiswa

UKM yang terdapat di tingkat universitas adalah

  • Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ULM(dulu, Badan Eksekutif Dewan Mahasiswa (BE DEMA) ULM)
  • Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) ULM (dulu, Badan Legislatif Dewan Mahasiswa (BL DEMA) ULM)
  • Racana Hasanuddin HM (putera) dan Ratu Zaleha (puteri), merupakan bagian dari organisasi Pramuka
  • Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) ULM
  • Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam dan Seni (Kompas) Borneo
  • Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kinday (dulu, Lembaga Penerbitan dan Pers Mahasiswa (LPPM) Kinday)
  • Koperasi Mahasiswa (Kopma) ULM
  • Resimen Mahasiswa Suryanata Satuan 601/Nagarunting
  • Unit Kerohanian Mahasiswa Muslim [UKMM] ULM
Sedangkan UKM yang terdapat pada fakultas adalah

  • Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seperti BEM FKIP, BEM FH, BEM Fekon, BEM FISIP, BEM FT, BEM Faperta, BEM Fahutan, BEM Faperikan, BEM FK dan BEM FMIPA.
  • Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) seperti BLM FKIP, BLM FH, BLM FE, BLM FISIP, BLM FT, BLM Faperta, BLM Faperta, BLM Faperikan, BEM FK dan BEM FMIPA.
  • Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) seperti Mapala Impas-B, Mapala Justitia, Mapala Wira Economica, Mapala Fisipioner, Mapala Fakultas Teknik, Mapala Graminae, Mapala Sylva dan Mapala Piranha.


 

 #Unit Pelaksana Teknis

  • UPT Perpustakaan
  • UPT P3AI
  • UPT Badan Penjamin Mutu
  • UPT Pengembang Teknologi Informasi dan Komunikasi
  • UPT Laboratorium Bahasa
  • UPT Pusat Studi Korea
  • UPT MKU
  • UPT Sumber Belajar
  • UPT Bantuan Hukum, yakni bernama Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum disingkat LKBH Unlam.
  • UPT P4
  • UPT Penerbitan dan Percetakan UNLAM Press


#Fasilitas

    • Balai Bahasa
    • Perpustakaan
    • Open Space
    • Olahraga